Senin, 19 Juli 2021

berita gembira, Penyebab Melonjaknya paparan Covid diketemukan.

Saudara sekalian, hari ini Senin satu hari sebelum Hari Raya Idul Adha, 2020 M, sebagaimana kita ketahui, sebulan ini Rakyat  Indonesia dilanda kepedihan dan kesedihan yang amat sangat.
Total paparan CoViD-19 dalam sebulan naik dari hampir dua juta menjadi hampir 2,9 juta. Demikian juga kasus baru yg terjangkit COVID-19 naik dari 15ribuan menjadi 60 ribuan.
Yang Aktif terjangkit juga naik dari 150 ribu menjadi diatas 500 ribu dan yang meninggal karena CoViD-19 total menjadi hampir 75.000.
       Kenapa yg naik drastis hanya menimpa Indonesia, sedang Singapore, Korea Selatan dan Jepang tidak??
Sebagaimana diketahui, sejak April 2020 saya sudah meyakini CoViD-19 awalnya  merupakan penyakit  pernafasan yg penularannya mirip Flu Batuk dan TBC, yaitu bila ada satu yang kena, maka se rumah, semobil, sekantor dan sepabrik pasti ada yang ketularan dan saya menyarankan Pisahkan Nafas Pasien dari ruangan rumah sakit serta ALIRKAN UDARA SEGAR KERUANGAN.
Tetapi yang mendengar saya tidak sampai 4000 orang. 
Awalnya, penjelasan WHO tentang transmisi udara sangat abstrak. Jadinya kita harus mempelajari apa itu Aerosol, apa itu Droplet dan apa itu Airbone.
Baru Juli 2020 WHO nenambahi keterangan dengan VENTILASI HARUS BERFUNGSI BAIK.
Sedang Kata 2 saya adalah ALIRKAN UDARA SEGAR KERUANGAN.
Banyak Negara mengartikan ini dengan Fresh Air dan membuat aturan bagaimana gedung 2 harus membuat Ventilasi agar udara segar masuk. Demikian juga mobil harus membuka sedikit kaca jendela agar udara segar masuk.
Namun kebijakan ini tidak diberlakukan di Indonesia. Prokes Indonesia tetap, Cuci Tangan, Pakai Masker dan Jaga Jarak.        
       Kenapa di Indonesia naik tajam? Karena mobil2 menutup kacanya
Karena gedung2 tidak mengatur secara baik ventilasinya. Negara2 lain tidak ada yg mengatur pedagang jalanan.
          Sementara negara2 lain sudah menambahi dengan ALIRKAN UDARA SEGAR. Mungkin negara lain mengikuti saya,  yang suara saya dinegeri sendiri tidak didengar.
Kita jadi sibuk menyuruh tutup pedagang2 yg selalu menghirup udara segar dan membiarkan mobil mobil yg menutup kacanya, membuarkan toko, mall gedung yang tidak ada analisa berapa udara segar dimasukkan.
Untuk itulah, maka saya sudah memerintahkan razia mulai sekarang diarahkan pada mereka2 yang tidak membuka jendelanya dan Prokes ditambahi menjadi empat dengan mewajibkan mengalirkan atau menghirup udara segar.
Dengan adanya tambahan Prokes ini, maka pedagang jalanan dan mereka yang ditempat tempat terbuka tidak perlu was was lagi.
Udara luar lebih menghindarkan CoViD-19 daripada udara ruangan. Jauhi kerumunan, Pakai Masker dan hirup hanya udara segar. Insya Allah anda lebih aman dari CoViD-19.
Oya, mohon maaf, jika ditengah jalan, saya merasa, saya itu Pejabat. Padahal Saya bukan siapa2, saya orang bodoh, saya hanya rakyat yang tidak berhak memerintahkan, saya  hanya menghimbau saja.
      Alhamdulillah  saya masih aman dari CoViD-19 karena saya selalu jaga jarak, pakai masker ditempat umum dan selalu menghirup udara segar. Masalah mandi, keramas dan cuci tangan itu adalah masalah kebersihan. Bersih lebih baik daripada kotor 
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar