Kamis, 18 Juni 2020

Saya mau ngemis pada Pak Jokowi

Bpk Jokowi..... untuk Mencegah CoViD-19, jika sudah ada Data Real, kenapa masih pakai Prediksi
Mohon maaf, mungkin lagi ini terasa membosankan karena datar dan saya kurang memberi hentakan lewat refrein, karena saya terlalu konsen sama materi.


Pak Jokowi saya mau ngemis ke Istana
Ngemis buat kepentingan rakyat (kecil) yg menderita
Agar tidak tambah parah penderitaannya
Karena kita semua salah paham tentang Corona

Gara gara diketemukan virus menempel dibenda, Diyakini itulah yg masuk ketubuh manusia
Padahal virus juga melayang di ruangan, Meski sedikit, 11ribu liter udara kita hirup perhari
1 Discotik banyak yg terpapar
7 penumpang di travel terpapar semua, 712 pelancong kapal pesiar terpapar semua
Mungkinkah mereka  orangnya jorok jorok, Ataukah karena  menghirup hembusan yg lain. Intens, Didalam sirkulasi AC yg Tertutup, Sementara sekapal pengungsi Rohingya semuanya negatif Corona.
Apakah pengungsi menjaga tetap hygiens, Apakah manusia perahu punya disinfectan
Untuk minum  saja mereka kesulitan.

Kenapa banyak yg belum paham paham, Salah paham ini membuat salah penanganan
Pak Presiden, jika sudah ada Data Real, kenapa masih pakai Prediksi
Bahwa Manusia tertular Corona Karena Satu, Kondisi Fisik Lemah 2. Intens(lama)  satu ruangan/kendaraan  dengan Penderita
Jadi, yg harusnya diperhatikan adalah tempat2 ber AC, Digedung, dipesawat, dikapal dan dimobil, sistem dan Sirkulasi udara harus dibenahi.

Mungkin Bapak Presiden tidak percaya saya, Untuk itu mohon Lembaga Riset Kredible dikerahkan, Untuk mencari Transmision berbasis Real atau Actual 
Pemerintah saya mohon melakukan Riset Statistik, Adalah Mudah mencari Sample Random 5 ribu orang dengan perincian
1000 Orang Penderita Corona dari  Mobile, Pekerja
1000 Orang Penderita Corona orang Rumahan., 500 Orang random perumahan
500 orang random perkampungan kota,, 500 orang random di tratoar dan jalanan
500 orang random di tempat wisata., Pelaksana diserahkan pada lembaga2 statisk yg kompeten.

Jika dugaan saya benar berdasar riset, Atau cukup percaya hipotesa saya, Maka
Petugas tidak akan membuyarkan masyarakat yg dipantai; digunung2, ditempat wisata juga di jalan2
Pemerintah akan konsen mengawasi Kualitas  udara di gedung2
Tiada lagi jalan ditutup, Tiada lagi manusia disemprot
Tiada lagi  gedung dicuci , Tiada lagi Jalan dihujani.
Tak  melarang ojek, tak melarang pedagang, tak melarang pandu berusaha, Asal Sehat, pakai mica dan masker

***** Asalnya, lirik dibawah yg akan saya lagukan, tapi kepanjangan ***

Berapa pengeluaran negara karena Corona
Berapa kemiskinan rakyat karena Corona
Banyak Pengeluaran Negara tidak efektif
dan Banyak Peningkatan Kemiskinan yg sebenarnya tidak perlu.
Itu karena kita  GAGAB CoViD-19, karena Sampai sekarang BELUM FIX dan BELUM ADA RISET
Virus meMAPAR karena SENTUHAN (touched) ataukah karena HIRUPAN (inhaled)

Kalau kita tidak UPDATE untuk  memetakan penyebab (mapping) Corona. 
Selamanya Kita akan Gagab Corona
Mau Berdasarkan REAL CASE  (berBASIS Lokasi Data yg Terpapar)
Atau tetap berdasarkan  PREDICTON (BerBASIS hasil penelitian Virus menempel di benda maka diprediksi itulah yg masuk ke manusia)

APA AKIBAT GAGAB COVID-19?
bertrilyun uang dibelikan  buat disinfectan.
Pemerintah Pusat dan Daerah,  Kantor2, Pribadi memborong disinfectan
berjuta rakyat kecil tidak bisa kerja, tidak bisa ngojek, tidak bisa jualan dan bahkan harus rela disemprot disinfectan.

WHO, Pemerintah dan masyarakat begitu yakin paparan  karena Virus Corona yg surfaced atau menempel di benda.
Sementara saya yakin penularan Corona karena menghirup hembusan penderita
Seruangan sepanjang kerja sepanjang perjalanan
 (seperti satu perjalanan pulang kampung dengan travel atau satu pesawat, karena banyak yg terpapar adalah traveler dan berikutnya adalah bangunan publik).
Bila keyakinan saya benar, maka:
Petugas tidak akan membuyarkan masyarakat yg dipantai;;
dan ditempat wisata juga di jalan2
Pemerintah akan mengawasi Kualitas  udara di gedung2
Tidak ada lagi jalan ditutup
Tidak ada lagi manusia disemprot
Tidak ada lagi penghamburan uang untuk menyemprot gedung dan jalan.
Tidak melarang lagi orang berusaha di outdoor.

Saya yakin, dengan paparan mencapai 42.000+ penderita per 18 Jun 2020 dan pengeluaran pemerintah yg sudah lebih dari Rp 160 Trilyun untuk CoViD-19
DATA random dari POPULASI sudah lebih dari cukup untuk meLAKUKAN  RISET STATISTIK.
Tempat manakah yg menulari dengan risk tertinggi tertinggi; apakah di 
Transportasi, di Gedung, di Rumah, di Halaman, di Jalanan ataukah di Alam bebas.

Semoga Pemerintah mau  mendengarkan dan rapat dengan Kantor2 Riset Kredibel, tanpa perlu saya minta minta ke Presiden (rencananya saya mau ngemis ke Istana).
Meski ngemis ke Istana itu memalukan, tapi demi rakyat  dialam bebas yg tidak bisa mencari nafkah (sektor pariwisata,  ojek dll) serta buruh2 yg ditutup pabriknya, Malu itu tidak penting lagi bagiku.

Untuk melakukan uji Riset Statistik ini
Akan melibatkan Ahli2 Statistik, Ahli2 Kedokteran, ahli Keamanandan juga ahli ekonomi Kerakyatan yg menjadi korban PSBB yg salah fokus.

Hipotesa saya adalah Mapping lokasi  penularan yaitu.
Penular tertinggi pada
Cabin Travel, Bus, Kereta, Pesawat dan Rumah sakit
Penularan Lebih rendah pada
Kantor, Mall, Supermarket dan Resto dan Bar
Rumah2 yg jarang dibuka jendela dan ExaustLess
Kecil penularan nya adalah
Gang gang, Jalanan,
Relatif aman adalah Halaman, Taman, Gunung, Sungai, Pantai dan Laut.

Asumsi saya adalah
Corona merupakan Penyakit Pernafasan
Penyebab penularan terbesar Corona adalah Kita menghirup hembusan Penderita dalam intensitas lama.

Sementara tindakan preventif di Indonesia adalah social distance, mencegah kerumunan di manapun  dan melakukan penyemprotan pada tamu, jalan dan gedung serta melarang ojek membawa penumpang. Indonesia tidak melarang penggunaan AC di Bus, Travel dan Kereta.

Untuk membuktikan hipotesa saya benar atau salah
Pemerintah saya mohon melakukan Riset Statistik
Adalah Mudah mencari Sample Random 4 ribu orang dengan perincian
1000 Orang Penderita Corona dari  Mobile, Pekerja
1000 Orang Penderita Corona orang Rumahan.
500 Orang random perumahan
500 orang random perkampungan kota
500 orang random di tratoar dan jalanan
500 orang random di tempat wisata.
Pelaksana diserahkan pada lembaga2 statisk yg kompeten.

Setiap responden (kecuali yg terpapar) di Diagnosis Test Corona.
Pertanyaan meliputi pernahkah responden berada  di transportasi umum, di tempat ber AC publik, satu ruangan dengan penderita, apakah pegang yang kertas, apakah selalu disinfectan dll sesuai pertanyaan ahlinya nanti.

Dari hasil riset akan diketahui secara pasti, zona2 yg berbahaya dan akan dapat disimpulkan, KONSENTRASI PENULARAN ADA PADA SENTUHAN ATAUKAH ADA PADA HIRUPAN UDARA, yg impactnya ke cara pencegahan yang tepat sasaran karena berdasarkan Riset.

Mohon Maaf atas kesalahan kata maupun tekat saya, saya Cinta NKRI, Cinta Negara dan Bangsa Indonesia Sehat, Maju dan Damai.

Depok 18 Juni 2020

Teguh Ediyanto (EdiKani)








Bukti2 Transportasi pemapar Covid-19
Jangan hanya lihat DESTINASI saja, perhatikan juga TRANSPORTASI nya.

 https://amp.kompas.com/surabaya/read/2020/06/30/20254061/risma-ungkap-penyebab-banyak-kasus-positif-covid-19-di-perumahan-mewah-ada