Minggu, 25 Juli 2021

takkan ku tinggalkan kamu

Takkan ku tinggalkan kamu
Takkan kau kutinggalkan
Takkan kulepaskan kamu
Takkan kau kulepaskan

Takkan kutinggalkan kamu
Sendiri tanpa diriku
Tak kan kulepaskan dirimu
tinggalkan aku

Kukan sayangi dirimu
Kukan belai rambutmu
Kukan lindungi dirimu
Kukan dekat selalu

Never ... I never leave you
Never..... never leave you alone
never... I never let you go
never . .. neverI let you go

I will never leave you 
Alone without me
I never let you go
for leaving me

I will always loving you
I will stroke your hair
i Will always protect you
I Will always close on you

Hari Rabu depan
28 Juli
aku akan divaksin ke 2
Sebagaimana manusia biasa
ada rasa takut juga
tapi jika dipikir-pikir
ada orang disuntik, habis itu mati
Ada yang pas ditempat ibadah
Dikabarkan mati
Ada diperjalanan, diketemukan mati
Tapi dihitung hitung
yang paling banyak itu di RUMAH
dan paling banyak
di Tempat Tidur
Lalu apakah kita
harus takut kalau dirumah
Harus takut kalau mau tidur
Tentunya tidak.

Dan saya informasikan
tidak satupun pengobatan
tidak satupun treatment
yang menjamin kita tidak mati
Karena pada akhirnya
kita juga harus meninggal
Jaga Kesehatan dan semangat
Wassalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.

Next Wednesday
July 28
I will be vaccinated for 2
Like a normal human
there is fear too
but if you think about it
someone is injected, then it's dead
Something fits in a place of worship
Reported dead
On the way, found dead
But count
most of it at HOME
and the most
in bed
Then are we
have to be afraid at home
Must be afraid to sleep
Of course not.

And I inform
no treatment
none of the treatments
that guarantees we don't die
Because in the end
we have to die too
Take care of your health and spirit
Wassalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.

Senin, 19 Juli 2021

berita gembira, Penyebab Melonjaknya paparan Covid diketemukan.

Saudara sekalian, hari ini Senin satu hari sebelum Hari Raya Idul Adha, 2020 M, sebagaimana kita ketahui, sebulan ini Rakyat  Indonesia dilanda kepedihan dan kesedihan yang amat sangat.
Total paparan CoViD-19 dalam sebulan naik dari hampir dua juta menjadi hampir 2,9 juta. Demikian juga kasus baru yg terjangkit COVID-19 naik dari 15ribuan menjadi 60 ribuan.
Yang Aktif terjangkit juga naik dari 150 ribu menjadi diatas 500 ribu dan yang meninggal karena CoViD-19 total menjadi hampir 75.000.
       Kenapa yg naik drastis hanya menimpa Indonesia, sedang Singapore, Korea Selatan dan Jepang tidak??
Sebagaimana diketahui, sejak April 2020 saya sudah meyakini CoViD-19 awalnya  merupakan penyakit  pernafasan yg penularannya mirip Flu Batuk dan TBC, yaitu bila ada satu yang kena, maka se rumah, semobil, sekantor dan sepabrik pasti ada yang ketularan dan saya menyarankan Pisahkan Nafas Pasien dari ruangan rumah sakit serta ALIRKAN UDARA SEGAR KERUANGAN.
Tetapi yang mendengar saya tidak sampai 4000 orang. 
Awalnya, penjelasan WHO tentang transmisi udara sangat abstrak. Jadinya kita harus mempelajari apa itu Aerosol, apa itu Droplet dan apa itu Airbone.
Baru Juli 2020 WHO nenambahi keterangan dengan VENTILASI HARUS BERFUNGSI BAIK.
Sedang Kata 2 saya adalah ALIRKAN UDARA SEGAR KERUANGAN.
Banyak Negara mengartikan ini dengan Fresh Air dan membuat aturan bagaimana gedung 2 harus membuat Ventilasi agar udara segar masuk. Demikian juga mobil harus membuka sedikit kaca jendela agar udara segar masuk.
Namun kebijakan ini tidak diberlakukan di Indonesia. Prokes Indonesia tetap, Cuci Tangan, Pakai Masker dan Jaga Jarak.        
       Kenapa di Indonesia naik tajam? Karena mobil2 menutup kacanya
Karena gedung2 tidak mengatur secara baik ventilasinya. Negara2 lain tidak ada yg mengatur pedagang jalanan.
          Sementara negara2 lain sudah menambahi dengan ALIRKAN UDARA SEGAR. Mungkin negara lain mengikuti saya,  yang suara saya dinegeri sendiri tidak didengar.
Kita jadi sibuk menyuruh tutup pedagang2 yg selalu menghirup udara segar dan membiarkan mobil mobil yg menutup kacanya, membuarkan toko, mall gedung yang tidak ada analisa berapa udara segar dimasukkan.
Untuk itulah, maka saya sudah memerintahkan razia mulai sekarang diarahkan pada mereka2 yang tidak membuka jendelanya dan Prokes ditambahi menjadi empat dengan mewajibkan mengalirkan atau menghirup udara segar.
Dengan adanya tambahan Prokes ini, maka pedagang jalanan dan mereka yang ditempat tempat terbuka tidak perlu was was lagi.
Udara luar lebih menghindarkan CoViD-19 daripada udara ruangan. Jauhi kerumunan, Pakai Masker dan hirup hanya udara segar. Insya Allah anda lebih aman dari CoViD-19.
Oya, mohon maaf, jika ditengah jalan, saya merasa, saya itu Pejabat. Padahal Saya bukan siapa2, saya orang bodoh, saya hanya rakyat yang tidak berhak memerintahkan, saya  hanya menghimbau saja.
      Alhamdulillah  saya masih aman dari CoViD-19 karena saya selalu jaga jarak, pakai masker ditempat umum dan selalu menghirup udara segar. Masalah mandi, keramas dan cuci tangan itu adalah masalah kebersihan. Bersih lebih baik daripada kotor 
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
 


Sabtu, 17 Juli 2021

Andaikan Pak Jokowi tahu

Pak Jokowi, saya itu orang bodoh, Karena saya bukan dokter dan bukan pula pakar kesehatan.
Saya hanya yg masih terhindarCovid  mungkin karena  dirumahku pendinginnya kipas angin
Saya selalu katakan pada sahabat ku, Udara bebas yang segar itu bagus dan sangat sehat
    Selalu menghirup udara bebas, hindari  rserangan  CoViD-19.
Karena udara bebas banyaknya tak terhingga. Kalaupun ada penyakit, kalah banyak dgn yg tak terhingga.

Pak Jokowi,  yg di kemenkes itu pasti pintar2? Pada saat 252 ASN nya terkena CoViD-19
Mereka bilang itu tertularnya diluar , Mereka bilang, sudah sembuh semua
Juli 2020 WHO yang menyarankan VENTILASI harus baik, Mei 2020 saya sarankan Alirkan udara luar keruangan, Dan ternyata banyak ahli yg menyatakan udara segar meminimalisir COVID
     Tapi klausul Ventilasi   tidak ada dalam  PROKES tentang VENTILASI  dan tak ada RAZIA yang menutup VENTILASI dan Jendela
KenapaVENTILASI tidak dimasukkan? Ventilasi itu gunanya memasukkan udara luar, WHO dan banyak negara mewajibkan VENTILASI
Tapi Kenapa KEMENKES MENGHILANG KAN, Aku haqqul yakin, ini penyebab melonjaknya angka CoViD-19

Pak Jokowi, di Indonesia tidak ada sangsi, Bagi mereka yg menutup rapat mobil AC nya
Mereka yg tidak membuat Ventilasi , Mereka yg tidak memasukkan udara segar
Pak Jokowi, aparat Pemerintah banyak menutup, Usaha rakyat yg lokasinya diudara segar alias jalanan
     Ya mereka tidak membuat Ventilasi, Karena ventilasi mereka nyambung langsung dgn alam
Pak Jokowi, apakah yg terserang CoViD-19 itu yg herd STUPIDity?
Padahal banyak dari mereka yang kaya yg pintar yg higiens dan yg Prokes
Aku yakin mereka itu pintar pintar, Tetapi kenapa banyak orang pintar yang terserang CoViD-19?

Pak Jokowi, sepertinya TUHAN MENUTUP LOGIKA ORANG PINTAR., Mereka tidak percaya udara luar itu baik, bahkan menyalahkan dan merazia, Rakyat  yg menghirup dan hidup di udara luar
Padahal yg terpapar banyak orang yang jarang menghirup udara luar.
Pak Jokowi, mohon jangan tutup usaha dan perjalanan di alam bebas.
Sepanjang mereka ber VENTILASINYA, MENYATU DENGAN ALAM, dari saya yang bodoh
pak Jokowi, daripada merazia pefagang kecil
Lebih baik merazia mereka yg MENUTUP ANUGERAH ALLAH. MENUTUP UDARA SEGAR


pak Jokowi, ini penyebab meningkatnya CoViD-19

Pak Jokowi, saya mau lapor, Meski saya pisimis bisa didengar
Tapi demi penderitaan rakyat, Aku gak perlu sungkan terus melapor.
Pak Jokowi, apakah Bpk tahu, Prokes kita tidak sesuai WHO
KEMENKES mengurangi hal krusial, pasal  Ventilasi  hilang entah kemana

Padahal ratusan ASNnya terpapar, Tapi Kemenkes mengelak dari gedung, 
Katanya tertular diluar, Dan yang sakit sembuh semua

Pak Jokowi, apa ini peringatan Tuhan, Banyak orang pintar kehilangan logikanya.
Merasa udara luar tidak lebih sehat, Mobil dan gedungnya tertutup kacanya
Padahal tidak ada pembuati pembuat oksigen
Dan kita menggantungkan oksigen diproduksi alam
Coba sekali kali dilihat
Benarkah mereka terpaparnya di gedung, travel dan di rumah
Tentu gara2 ventilasi, mereka tidak mengalirkan udara segar.

Pak Jokowi, WHO dan banyak orang pintar mengatakan 
Ventilasi harus baik Udara segar yg jumlahnya tak terhingga
Bisa mengurangi paparan semua.
Pak Jokowi, kenapa orang pintar pada ngeyel
Apa mereka yang kena herd STUPIDity
Buktinya, banyak orang pintar yg kena Covid
Padahal, orang pintar harusnya bisa menghindari CoViD-19.


Sabtu, 10 Juli 2021

SOMASI pada KEMENTERIAN KESEHATAN NKRI karena PROTOKOL KESEHATAN tidak tepat dan Kasus CoViD-19 semakin melonjak.

Mengapa banyak Masyarakat termasuk  yang Kaya Pintar Higienis Prokes ber supplements sudah terVaksin  masih juga terpapar CoViD-19? Mengapa  dia dan keluarganya atau sekantornya atau seperjalanan terpapar CoViD-19. Apa yang Salah? Apa yg salah.  Hingga sekarang belum ada Riset dan Survai secara Ilmiah, tentang Apakah manusia, benda atau lokasi yg jadi penular utama CoViD-19. Ini pandangan saya:
1. Karena belum ada hasil penelitian ilmiah,  Hipotesa saya adalah;  CoViD-19 effect dari Sick Building Syndrom dan Closed Room Syndrome, cara penularan mirip dengan Influenza, Batuk dan TBC dengan effect lebih cepat dan lebih fatal,  bila ada satu yg kena, seruangan bisa ada yg kena.
Penular terbesar adalah dekat dan seruangan dengan orang yg positif terpapar, bukan permukaan benda, bukan surfaces
2. Karena awalnya CoViD-19 adalah penyakit pernafasan dan Prokes tidak menginformasikan pentingnya udara luar, maka banyak orang menutup diri.
Lihat saja, mobil2 berAC tertutup, rumah2 ber AC tanpa ExhaustFan. Semuanya tidak memperhatikan udara yang Higienis. Udara yg Higienis bukanlah udara yg dimasak, disemprot, dicuci, tapi udara luar yang jumlahnya tidak terhingga.
3. WHO sejak Juli 2020 sudah memasukkan pentingnya Ventilasi dan saya sejak April 2020 sudah menyarankan memasukkan angin ke ruangan serta memisahkan hembusan nafas pasien, sudah belasan Video saya muat di YouTube.
Tapi sampai sekarang, Ventilasi dan Udara Luar tidak masuk dalam Protokol Kesehatan CoViD-19 Kemenkes NKRI.
4. Saya Yakin, masyarakat semua tidak menyadari, mereka menyimpan virus diruangan mereka yg tertutup. Dan itu yg menjadikan munculnya Cluster Rumah, Cluster Kantor, Cluster Pabrik dan Cluster Bus/Travel akhir ini.
5. Saya meminta Kemenkes memasukkan unsur Ventilasi sesuai Rekomendasi WHO dengan MENGALIRI RUANGAN/KENDARAAN DENGAN UDARA SEGAR. Serta UDARA LUAR Yang SEGAR LEBIH AMAN DARIPADA UDARA RUANGAN.
6. Jika Kementerian Kesehatan tidak memperhatikan ini, saya akan berusaha memberikan SOMASI sesuai jalurnya.
7. Tanpa Survey dan Riset Ilmiah Penular CoViD-19 maka,Pemerintah, Aparat dan  Masyarakat bisa bertindakan tidak   lojik, bisa liar, bisa panik, bisa salah sasaran, dan bisa semaunya dalam  sumber penyebaran CoViD-19 dan sangat bisa semakin merusak kegiatan Ekonomi. KUNCINYA Survey dan Riset sangat penting, agar yg terpapar CoViD-19 tidak terus meningkat tanpa terkendali dan Ekonomi tidak hancur 

Indonesia, 11 Juli 2021
Hormat Kami
EdiKani.

Sebagai Catatan dan Perbandingan per 11 Juli 2021 5.13 GMT Worldometer

USA Penduduk 332.987.277 Kasus virus corona: 34.726.111 (10,45%) Active 4.868.360 (1,47%)
Meninggal: 622.821 (0,2%)

INDONESIA Penduduk 276.477.807 Kasus virus corona: 2.491.006  (0,9%) Active 373.440 (0,14%)
Meninggal: 65.457 (0,025%)

NEGARA2 LAIN MENGATUR ATURAN UDARA BERSIH







Rabu, 07 Juli 2021

Kalau Tuhan tidak izinkan, sulit masyarakat mengerti hindari CoViD-19

If God doesn't allow it, it's hard to changed people to understand, avoid CoViD-19

Aku sudah sampaikan logika ini Sejak April 2020 Ternyata, kalau Tuhan belum Izinkan, Tidak mudah pemikiran ini diterima Masyarakat.
Tapi, aku tidak bakal menyerah Agar Pandemi ini tidak meraja lela
Aku terus mencari cara mempengaruhi, sekarang aku coba dengan logika ini
Coba semprotkan parfum di udara kama jika aromanya tidak segera hilang artinya tidak ada sirkulasi udara di dalam kamar
Artinya, jika ada yg berpenyakit menular bersama kita se kamar, penyakitnya juga tidak segera hilang, selang waktu, kita pasti tertular.  Inilah penyebab, terjadinya cluster rumah, cluster kantor, cluste pabrik dan cluster transportasi
Coba semprotkan parfum di halaman Jika aromanya segera hilang
Artinya parfum telah dioplos sama udara bebas.
Artinya, jika ada yg berpenyakit menular bersama kita sehalaman, penyakitnya juga sudah berbaur dengan udara yg tidak terhingga dan orang yg di taman, tidak mudah tertular keluarganya.
Logikanya, kandungannya virus diudara ruangan jauh lebih tinggi dibandingkan dengan kandungan virus di halaman, karena udara dihalaman berbaur dengan alam .   Logikanya Lebih mungkin tertular virus di ruangan.  Daripada tertular virus dihalaman, dijalanan, di tempat wisata.
Tegasnya, Virus, Bakteri dan Fungi lebih banyak di Ruangan, Kamar dan Mobil yg menutup rapat kacanya .   Penanggulangannya, buka jendela, agar udara luar masuk dan mengusir udara ruangan yg berpenyakit.
Sayangnya, logika ini tidak berlaku di pemangku pemberantas Covid, mereka merusak Kegiatan Ekonomi di Udara segar.
Padahal WHO per Juli 2020 Sepertinya setuju pendapat saya yg saya publish sejak April  2020.  Tinggal Pemerintah, bila tidak merubah PROKES nya, yg mewajibkan udara segar, sebulan lagi akan aku SOMASI.


I have conveyed this logic since April 2020 It turns out, if God has not allowed it, it is not easy for people to accept this idea.
But, I will not give up So that this Pandemic does not run rampant
I keep looking for ways to influence, now I try with this logic
Try spraying perfume in the air, if the smell doesn't go away, it means there's no air circulation in the room
That is, if there is a contagious disease with us in the same room, the disease also does not go away immediately, over time, we will definitely be infected. This is the cause, the occurrence of home clusters, office clusters, factory clusters and transportation clusters
Try spraying perfume on the lawn If the smell goes away soon
This means that the perfume has been mixed with free air.
That is, if there is a contagious disease with us in the yard, the disease has also mingled with the infinite air and the people in the garden are not easily infected by their families.
Logically, the virus content in the room air is much higher than the virus content in the yard, because the air in the yard blends with nature. Logically More likely to catch the virus in the room. Instead of contracting the virus in the yard, on the streets, in tourist attractions.
Strictly speaking, Viruses, Bacteria and Fungi are more in rooms, rooms and cars that close the glass tightly. The solution is to open the window, so that outside air enters and expels diseased room air.
Unfortunately, this logic does not apply to the Covid eradication stakeholders, they are destroying Economic Activities in the Fresh Air.
Even though WHO as of July 2020 seems to agree with my opinion that I have published since April 2020. Only the Government, if it does not change its PROKES, which requires fresh air, in a month I will SOMASI.

Minggu, 04 Juli 2021

Aku akan somasi Pemerintah qq Menteri Kesehatan.

Terus terang meningkatnya CoViD-19
Adalah akibat salah persepsi terhadap penyebab CoViD-19
Memang benar, setelah menyebar
CoViD-19 bukan hanya penyakit pernafasan.

Dulu, Aku lihat WHO tidak mengedepankan Ruangan wajib ventilasi.
Dan itu diadopsi Pemerintah tanpa revisi
Mulai Bulan April 2020, Mei 2020 saya sudah membuat video pentingnya memasukkan udara luar ke ruangan bahkan saya tulis WHO Out of Focuss karena tidak mengedepankan pentingnya mengalirkan udara dari  luar.
Bulan Juni 2020 saya membuat lagu tentang Logika Penularan CoViD-19.
Dan Pemerintah sama sekali tidak merevisi PROKES COVID-19 hingga sekarang.
Masyarakat tenang2 saja setelah menjalani Proses berlama diruangan minim ventilasi
Baru bulan Juli 2020 WHO  menegaskan tentang pentingnya udara segar.
 Prokes CoViD-19 itu tidak lengkap dan harusnya yang no 1 ada. MEMASTIKAN UDARA SEGAR MASUK KERUANGAN/KENDARAAN sesuai pernyataan WHO Juli 2020

Dengan terpaksa, Saya Akan men SOMASI PEMERINTAH
bila klausul sekitar MEMASTIKAN UDARA SEGAR MASUK KERUANGAN/KENDARAAN.
tidak disertakan dalam Prokes.
Dan untuk tidak merusak Ekonomi Rakyat
Saya juga minta pemerintah menyelidiki
BAHWA TEMPAT TERBUKA LEBIH AMAN DARI VIRUS.
Bahwa Pejalan, Pensepeda, Pemotor dan Pemobil yg menghirup udara segar adalah AMAN.
Saya juga menyarankan Mencuci tangan tidak lagi dimasukkan dalam Prokes.
Jika Pemerintah tidak mengindahkan rencana SOMASI saya dalam Satu Bulan sejak saya Upload Video Saya ini.. Saya akan berusaha memberikan SOMASI secara Jalur Hukum Indonesia kepada Pemerintah Republik  Indonesia.





WFH tidak menjamin bebas covid

Jangan dipikir WFH
bebas kena Copid

Saya bukan Imun dan tak ada yg imun 100% CoViD-19

Alhamdulillah, sudah satu setengah tahun Saya tidak tersentuh CoViD-19
Tapi saya tegaskan, saya tidak imun Saya sama seperti 265 juta rakyat Indonesia
CoViD-19 belum menang ditubuh saya Dan Semoga tidak terpapar CoViD-19.
Aku tidak suka konsumsi herbal, suplemen dan susu
Jadi aku tidak ikutan panik memborongnya
Aku penggemar buah2an lokal dan .Banyak makanan  halal
Ya, Aku mungkin dan bisa saja terserang
     Bila Virus CoViD-19 terlalu banyak yg masuk ditubuhku
Dan Tidak bisa dikalahkan sel darah putihku
Itulah sebabnya,  Aku tidak mau tempat yang tertutup ventilasinya  Karena aku yakin disitu lebih banyak virus
Meski aku pakai masker,  aku tak mau berlama-lama disana
Aku kawatir, akan banyak virus CoViD-19 lolos masker yg masuk paru paru ku
Dan sel darah putihku tidak sanggup melawannya
Aku masih aktif bekerja dan Aku tidak mengisolasi diri, Aku bertemu yg lain bbrp jam dalam sehari
Naik mobil jendela selalu aku buka Dirumahpun, jendela dan pintu belakang terbuka. Aku yakin, konsentrasi bakteri, virus dan fungi
Lebih  rendah diluar ruangan, Lebih-lebih di alam bebas di atau paling tidak, pastikan ruangan di aliri udara segar
Itu resepku terbebas, Makanya Ayo buka jendela, Alirkan udara segar ke ruangan
Tetap jaga jarak dan pakai masker bila ada yg datang
Semoga kita semua terhindar dari CoViD-19 Takut itu boleh, ketakutan itu bikin bahaya 

Alhamdulillah, it's been a year and a half I haven't been touched by CoViD-19
But I emphasize, I'm not immune. I'm the same as 265 million Indonesians
CoViD-19 has not won in my body and I hope I don't get exposed to CoViD-19.
I don't like taking herbs, supplements and milk
So I don't panic buying it
I'm a fan of local fruits and .A lot of halal food
Yes, I may and may be stricken
     When too much of the CoViD-19 virus enters my body
And can't beated by my white blood cells
That's why, I don't want a place where there is no ventilation because I'm sure there are more viruses there
Even though I'm wearing a facemask, I don't want to linger there
I'm worried, a lot of CoViD-19 virus will pass through the mask that enters my lungs
And my white blood cells can't fight it
I'm still actively working and I'm not self-isolating, I meet others a few hours a day
I always open the window in the car. At home, the windows and back doors are open. I believe, the concentration of bacteria, viruses and fungi was
lower at outdoors or at least, make sure the room is in fresh air
That's my free recipe, so let's open the window, let fresh air flow into the room
Keep your distance and wear a facemask when someone comes
May we all be spared from CoViD-19 Afraid is okay, but fear is dangerous

Sabtu, 03 Juli 2021

ini bukan konspirasi CoViD-19 tapi konsentrasi

ini bukan konspirasi tapi konsentrasi CoViD-19 
Bisa diajarkan di kelas 4 SD
Sayangnya banyak yg melupakan atau kita yg terlalu heboh
Memborong ini dan itu
Sayangnya, kita lalai dan  tidak tahu, bagaimana bisa tertular.

Pelajaran pertama, coba semprotkan parfum
Di udara kamar dan diudara luar. Lebih lama mana aromanya bertahan,?
Pasti yg dikamar artinya dikamar konsentrasi parfum lebih tinggi karena campurannya hanya seudara di kamar.
Pelajaran kedua,
Lebih bersih mana air yg kita alirkan kerumah
Dengan air buangan rumah kita?
Pelajaran ketiga
Lebih bersih mana udara luar yang masuk kerumah
Dibandingkan udara rumah yang keluar?
Jadi sudah tahu bukan
Kenapa diluar ruangan banyak orang USA yg berani tanpa masker.
Karena ditempat terbuka, konsentrasi virus lebih sedikit.
Saya tidak berani menyuruh Anda berani tanpa masker diluar ruangan.
Tapi saya berani meminta anda
Jangan berlama lama diruang tertutup.
Jangan biarkan udara ruangan tidak mendapat pasokan udara segar.


ini bukan konspirasi tapi konsentrasi CoViD-19 
Bisa diajarkan di  kelas 4 SD
Sayangnya banyak yg melupakan atau kita yg terlalu heboh
Kita tahu air mata airr pasti bersih
Bersih juga yg dialirkan ke rumah
Dan  pasti keruh saat keluar rumah  Demikian juga udara
Angin mendistribusikan Udara ber oksigen
Sehingga kita bisa bernafas dimanapun juga
Dan untuk udara yg kita endapkan dirumah
Karena kita menutup ventilasi, Oksigen sudah berkurang, kejernihan juga hilang
Banyak udara bekas hembusan
Bisa jadi hembusan yg terpapar CoViD-19
Itulah sebabnya, banyak cluster rumah tangga
Cluster kantor, cluster pabrik dan cluster perjalanan
Ditempat tertutup,
Mau  jelas lagi? , coba semprotkan parfum
Di dalam dan diluar ruangan, Lebih lama mana aromanya bertahan,?
Logikanya, CoViD-19 yg dikeluarkan inang Manusia
Consentrasinya atau jumlahnya lebih banyak diruangan
Logikanya, diluar lebih aman, itu kalau anda percaya.
Kesimpulannya, Didalam ruangan Oksigen lebih sedikit
Penyakit lebih banyak, Ya didalam ruangan 
Konsentrasi penyakit lebih banyak 
Mangkanya, selalu sirkulasi kan, Udara luar yg segar ke ruangan
Ini pelajaran SD, herannya ini tidak diperhatikan
Padahal saya dan Media2 banyak mengabarkan sejak April 2020
Masasih, Tuhan menutup Logika kita???


Kamis, 01 Juli 2021

aku sehat

Mama sehat makanku enak
rumahku bersih dan Bajuku rapi 
Aku sehat rajin belajar
Bisa bermain dan membantu mama

Semua harus sehat semua harus kuat
Makan tepati waktu tidur tepati waktu

Kerja belajar di rumah
Bisa sehat tapi juga bisa tak sehat
Bila kebersihan tak dijaga
Bila udara luar tak dialirkan kekanar

Semua harus disiplin semua harus mengerti
Bersihkan rumah dan segarkan ruangan.



Mama healthy, my food tasty 
my clothes are neat and my house so clean
I'm healthy, i'm learn well
I can play in ground and I help my Mom's

Everyone must be healthy, everyone must be strongly
Eat at the right time and sleep at the good time

Study work at home
It can be healthy but it can also be unhealthy
If cleanliness is not maintained
If the fresh air outside is not flowed to the room

All must be disciplined, all must to understand
keep Clean the house and open the window