Minggu, 30 Agustus 2020

Nyabrang Embong Malang

Ate Nyabrang Embong Malang
Cek susahe
Pating suitan bantere montor gak Karoan
Aduh Bapak yok opo
Olehku Nyabrang
Opo mesti tak enteni
Sampek wengi

Ate lewat Kranggan Pangselan
Cek susahe
Motor mbek  rombonge parkir jejer
Ngebegki tratoarj
Aduh Emak yok opo
Olehku lewat
Opo mesti pencolotan
Jarno iso tekan

Pak Bapak Yok opo Iki
Ate lewat aku gak wani
Opo Iki wis jamane Wong sing luweh
Sing di ujo
Mak Emak yok opo Iki
Ate obah aku  kangelan
Opo Iki wis jamane Wong sing sogeh
Dalane luweh.







Pada Kamu yang ada di Kota Batu

Kesejukan Alam Kota Batu
Membuat aku slalu rindu
Pada dirimu, Yg ada d Kota Batu
Inginku pulang, tak tertahan lagi

Perlahan kabut berarakan
Lintasi koridor hotel
Saat ku tertegun,  Seakan kau melintas
Rindu ini Tak terbantah lagi

Sengaja aku pulang Ingin bertemu kamu
Tapi kamu tak lagi di Kota Batu
Yang pasti hidup hampa.Tanpa ada kamu
Cinta ini tak terbantah lagi

Ku tak ingin pergi lagi, kan ku tunggu kamu
Entah kapan, Kau akan pulang 
Biarlah kutunggu kamu di Kota Batu
Hidup ini harus bersama kamu.

Senin, 17 Agustus 2020

Dedonga ing Wayah Wengi

Wayah wengi 
Ayo Kita ngeling
Polah kita
Ana Dina wingi
Apa to ana
Polah kang ala
Apa ana
Tingkah kang nggelakke liyan

Yen wis nyenyet
Ayo kita nyuwun
Marang Gusti tanpa Aling Aling
Nyuwun sepura
Sedaya lepat
Muji syukur
Margo Ra ana alangan

Tansah ngelingi
Uga mangerti
Kahanan Kita
marang Kang Kuoso

Tansah ngelingi
Uga mangerti
Kahanan liyan
Wong kang mbutuhake

Minggu, 09 Agustus 2020

Pak Presideni, Masih belum terlambat untuk Survey dan Riset Penyebar CoViD-19

Pak Presiden, Masih belum terlambat,, Untuk Survey dan Riset Transmisi Real Virus Corona
Pasti Pak Presiden telah  tahu. Asumsi saat ini masih berdasar
Saat CoViD-19 masih belum banyak menyebar, yaitu dari Droplets atau dari sentuhan
Padahal Hipotesa (DUGAAN) saya karena INTENS (bbrp jam), dalam satu ruangan ber AC (dengan penderita).

Di Agustus 20 ini, belum 0,1% yg tertular Tapi ekonomi rakyat  sudah begini berat
Banyak Pengangguran karna salah penanganan menghadapi Virus Corona
Banyak alokasi biaya dan  tenaga yg mubadzir, Masih banyak aturan, yg gak jelas logika nya, 
Banyak biaya kesehatan jadi beban Transportasi dan Akomodasi  rakyat
Mohon juga difikirkan, adanya oknum,, Karena surat Hasil Test CoViD-19 sangat sakti
Yg bisa menggagalkan suatu perjalanan (mis: pdhal sudah beli tiket).

Mari kita cari tau dari Survey, dan Riset, Dimana virus Corona menyebar
Dari sentuhan, dari destinasi, apa dari intens bersama disatu ruangan
Kita jangan menunggu seperti negara lain Yg tingkat tertularnya saat ini sampai 4% 
Dari populasi, Sementara kita sekitar  setengah permil Kita belum terlambat, Kita belum terlambat

Ayolah Pak Presiden, Survey 2000 masyarakat yg tertular Dan 3000 masyarakat yg belum tertular
Serta Riset sesuai kaedah keilmuan Kedokteran,  dan Statistik
Dengan melibatkan Seribu Sukarelawan, Untuk mengetahui real dimana mereka mungkin tertular 
Untuk mengetahui real kenapa mereka belum tertular
BPS dan Lembaga Survey bisa mencari itu, Laboratorium dan Universitas juga  bisa melakukan Riset
Survey dan Riset  sangat sangat sangatlah penting
Agar kebijaksanaan berdampak Ekonomi tidak salah sasaran,  penanganan dan kebobolan
Agar Ekonomi kita tidak terperosok., Agar Resesi tidak menelan kemakmuran kita.

Hasil Survei dan Riset secara ilmiah,
 ini untuk menguak  MITOS APA FAKTA, 

Apakah harus Selalu pakai DisInfektan, Apakah Salaman bisa tertular
Apakah Pegang pegang bisa tertular Apakah manusia disemprot bisa mencegah
Apakah Sekendaraan dgn penderita bisa tertular 
Apakah Sekamar dgn penderita bisa tertular
Apakah Se ruangan dengan penderita bisa tertular 
Apakah Tidak bermasker di luar ruangan bisa tertular
Hasil yg didapat dari Survei dan lengkap  akan lengkap hingga persentasenya.

Saya usulkan, 
Surat Test CoViD-19 untuk perjalanan tidak perlu, karena umur hasil Test tidak akurat lagi setelah selesai diperiksa. Ini lebih merusak ekonomi.
Pemeriksaan orang dalam perjalanan cukup Rapid Test dilokasi atau pada yg terduga, yaitu yg kelihatan menggigil, wajah pucat, flu dan batuk.
Pada calon penghuni/ karyawan tetap boleh dilakukan Test lengkap CoViD-19.


Tulisan banner
Hipotesa perlu diuji ilmiah untuk 
menjadi Teori.

 Hipotesa saya:
1. KITA TIDAK AKAN TERTULAR
 jika hanya karena senggolan
ataupun berpapasan dengan penderita.
Dan intense (bbrp lama) dekat 
dengan penderita.
Hipotesa perlu diuji ilmiah untuk 
menjadi Teori.
 
Hipotesa saya:
 2. KITA TIDAK AKAN TERTULAR
 jika hanya karena senggolan
ataupun berpapasan dengan penderita
TERTULAR  akan terjadi bila kita bbrp
 puluh menit hingga ber jam2
SATU ruangan (SATU mobil) dgn penderita.

Hipotesa saya ini
perlu diuji secara klinis dan statistik.

Contoh proyek Mubadzir:
Gedung, Jalan, Manusia 
disemprot
Contoh kebijaksanaan merusak
membuyarkan masyarakat 
piknik di Alam Terbuka

Sementara yang 
jelas2 berbahaya dilalaikan
yaitu tidak ada regulasi Exhaust Fan dan
 transportasi ber AC tanpa 
membuka sedikit jendela dibiarkan.

Ada 2 saran Survey dan Riset
 Penyebaran CoViD-19, 
keduanya penting.
1. Survey melibatkan 5.000 masyarakat
 dgn komposisi 2000 dan 3000
2. Riset Laboratorium dan Statistik
yg melibatkan 
seribu sukarelawan
untuk mencari tahu
bagaimana bisa terpapar.

BUKTI DARI SEARCHING:
Ternyata, sudah banyak negara yang melakukan Survey tentang CoViD-19. Indonesia betul betul ketinggalan.
dan ternyata Pemerintah Indonesia memang belum melakukan Survey, dimana mereka terpapar dan kenapa mereka tidak terpapar
Sebetulnya Pemerintah sudah tahu, CoViD-19 menular via udara. Tapi mereka tidak mencari tahu, UDARA YANG DIMANA
Per tanggal 25 Agustus 2020 paparan Corona di Indonesia 534 sementara tertinggi adalah Qatar dengan paparan 4.000 an atau 80 kali Indonesia. Itulah sebabnya saya bilang belum terlambat.