Pak Presiden, Masih belum terlambat,, Untuk Survey dan Riset Transmisi Real Virus Corona
Pasti Pak Presiden telah tahu. Asumsi saat ini masih berdasar
Saat CoViD-19 masih belum banyak menyebar, yaitu dari Droplets atau dari sentuhan
Padahal Hipotesa (DUGAAN) saya karena INTENS (bbrp jam), dalam satu ruangan ber AC (dengan penderita).
Di Agustus 20 ini, belum 0,1% yg tertular Tapi ekonomi rakyat sudah begini berat
Banyak Pengangguran karna salah penanganan menghadapi Virus Corona
Banyak alokasi biaya dan tenaga yg mubadzir, Masih banyak aturan, yg gak jelas logika nya,
Banyak biaya kesehatan jadi beban Transportasi dan Akomodasi rakyat
Mohon juga difikirkan, adanya oknum,, Karena surat Hasil Test CoViD-19 sangat sakti
Yg bisa menggagalkan suatu perjalanan (mis: pdhal sudah beli tiket).
Mari kita cari tau dari Survey, dan Riset, Dimana virus Corona menyebar
Dari sentuhan, dari destinasi, apa dari intens bersama disatu ruangan
Kita jangan menunggu seperti negara lain Yg tingkat tertularnya saat ini sampai 4%
Dari populasi, Sementara kita sekitar setengah permil Kita belum terlambat, Kita belum terlambat
Ayolah Pak Presiden, Survey 2000 masyarakat yg tertular Dan 3000 masyarakat yg belum tertular
Serta Riset sesuai kaedah keilmuan Kedokteran, dan Statistik
Dengan melibatkan Seribu Sukarelawan, Untuk mengetahui real dimana mereka mungkin tertular
Untuk mengetahui real kenapa mereka belum tertular
BPS dan Lembaga Survey bisa mencari itu, Laboratorium dan Universitas juga bisa melakukan Riset
Survey dan Riset sangat sangat sangatlah penting
Agar kebijaksanaan berdampak Ekonomi tidak salah sasaran, penanganan dan kebobolan
Agar Ekonomi kita tidak terperosok., Agar Resesi tidak menelan kemakmuran kita.
Hasil Survei dan Riset secara ilmiah,
ini untuk menguak MITOS APA FAKTA,
Apakah harus Selalu pakai DisInfektan, Apakah Salaman bisa tertular
Apakah Pegang pegang bisa tertular Apakah manusia disemprot bisa mencegah
Apakah Sekendaraan dgn penderita bisa tertular
Apakah Sekamar dgn penderita bisa tertular
Apakah Se ruangan dengan penderita bisa tertular
Apakah Tidak bermasker di luar ruangan bisa tertular
Hasil yg didapat dari Survei dan lengkap akan lengkap hingga persentasenya.
Saya usulkan,
Surat Test CoViD-19 untuk perjalanan tidak perlu, karena umur hasil Test tidak akurat lagi setelah selesai diperiksa. Ini lebih merusak ekonomi.
Pemeriksaan orang dalam perjalanan cukup Rapid Test dilokasi atau pada yg terduga, yaitu yg kelihatan menggigil, wajah pucat, flu dan batuk.
Pada calon penghuni/ karyawan tetap boleh dilakukan Test lengkap CoViD-19.
Tulisan banner
Hipotesa perlu diuji ilmiah untuk
menjadi Teori.
Hipotesa saya:
1. KITA TIDAK AKAN TERTULAR
jika hanya karena senggolan
ataupun berpapasan dengan penderita.
Dan intense (bbrp lama) dekat
dengan penderita.
Hipotesa perlu diuji ilmiah untuk
menjadi Teori.
Hipotesa saya:
2. KITA TIDAK AKAN TERTULAR
jika hanya karena senggolan
ataupun berpapasan dengan penderita
TERTULAR akan terjadi bila kita bbrp
puluh menit hingga ber jam2
SATU ruangan (SATU mobil) dgn penderita.
Hipotesa saya ini
perlu diuji secara klinis dan statistik.
Contoh proyek Mubadzir:
Gedung, Jalan, Manusia
disemprot
Contoh kebijaksanaan merusak
membuyarkan masyarakat
piknik di Alam Terbuka
Sementara yang
jelas2 berbahaya dilalaikan
yaitu tidak ada regulasi Exhaust Fan dan
transportasi ber AC tanpa
membuka sedikit jendela dibiarkan.
Ada 2 saran Survey dan Riset
Penyebaran CoViD-19,
keduanya penting.
1. Survey melibatkan 5.000 masyarakat
dgn komposisi 2000 dan 3000
2. Riset Laboratorium dan Statistik
yg melibatkan
seribu sukarelawan
untuk mencari tahu
bagaimana bisa terpapar.
BUKTI DARI SEARCHING:
Ternyata, sudah banyak negara yang melakukan Survey tentang CoViD-19. Indonesia betul betul ketinggalan.
dan ternyata Pemerintah Indonesia memang belum melakukan Survey, dimana mereka terpapar dan kenapa mereka tidak terpapar
Sebetulnya Pemerintah sudah tahu, CoViD-19 menular via udara. Tapi mereka tidak mencari tahu, UDARA YANG DIMANA
Per tanggal 25 Agustus 2020 paparan Corona di Indonesia 534 sementara tertinggi adalah Qatar dengan paparan 4.000 an atau 80 kali Indonesia. Itulah sebabnya saya bilang belum terlambat.